KUPANG – Kepengurusan baru Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya membidik prestasi dan perolehan medali. Di bawah kepemimpinan Julie Sutrisno Laiskodat, PERKEMI NTT juga mulai memberi perhatian pada kesejahteraan dan masa depan para atlet.
Komitmen tersebut ditandai dengan kehadiran Komisi Ekonomi dan Kesejahteraan dalam struktur kepengurusan PERKEMI NTT periode 2026–2030.
Komisi ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan organisasi sekaligus memberi perhatian terhadap masa depan para atlet, terutama setelah mereka menyelesaikan karier olahraga maupun pendidikan.
Dalam sambutannya, Julie menegaskan bahwa Shorinji Kempo tidak hanya berbicara tentang teknik bela diri dan perburuan prestasi di arena pertandingan.
Menurutnya, Kempo juga menjadi ruang pembentukan disiplin, karakter dan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Shorinji Kempo bukan sekadar cabang olahraga bela diri, tetapi juga menjadi wadah pembentukan disiplin, karakter dan sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya.

Karena itu, pembinaan atlet tidak hanya diarahkan untuk melahirkan kenshi yang mampu mengharumkan nama NTT dan Indonesia melalui medali. Lebih dari itu, organisasi juga diharapkan mampu memikirkan keberlanjutan masa depan para atlet.
Langkah tersebut menjadi salah satu pembeda dalam kepengurusan PERKEMI NTT yang baru. Perhatian terhadap kesejahteraan atlet menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang tidak hanya hadir saat atlet bertanding, tetapi juga memberikan dukungan ketika perjalanan karier olahraga mereka berakhir.
Saat ini, NTT memiliki sekitar 23 ribu kenshi yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Jumlah besar tersebut menjadi kekuatan sekaligus tantangan bagi organisasi dalam memastikan pembinaan berjalan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, PERKEMI NTT tetap memasang target tinggi dalam bidang prestasi. Atlet-atlet Kempo NTT akan dipersiapkan menghadapi World Taikai di Nagoya, Jepang, tahun 2027 serta PON XXII tahun 2028 di NTT dan NTB.









Tidak ada Respon