Skrol untuk membaca pos
Iklan Digital VokalNTT.com Berdaya Jangkau luas
Example floating
Example floating
file_00000000917882119a39d6175e4b5488

Bidik Potensi Laut, Wagub Belajar Pajak Kendaraan Air ke Kaltara

AvatarRedaksi
Wakil Gubernur NTT, Dr Johni Asadoma dan Gubernur Kaltara, Dr Zainal Arifin Paliwang pose bersama jajaran usai penjemputan di Bandara Juwata, Tarakan, Rabu (21/10).
A-AA+A++

KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai membidik potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor kendaraan di atas air. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mempelajari sistem pemungutan pajak kendaraan air yang diterapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, bersama rombongan Badan Pendapatan dan Aset Daerah (BPAD) Provinsi NTT melakukan kunjungan kerja ke Kaltara, untuk mempelajari strategi optimalisasi penerimaan daerah melalui sektor tersebut.

file_00000000a3688207881924e536183191

Wagub Johni Asadoma bersama rombongan tiba di Bandara Juwata, Tarakan, sekitar pukul 16.30 Wita menggunakan pesawat Batik Air. Kedatangan mereka disambut langsung Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, di ruang VIP bandara, Rabu (21/10).

BACA JUGA:  Yosef Lede: Gereja Harus Jadi Saluran Berkat bagi Masyarakat

Usai penyambutan, kedua pejabat bersama sejumlah unsur pemerintah daerah menggelar pertemuan untuk berdiskusi mengenai strategi peningkatan pendapatan daerah, khususnya melalui optimalisasi potensi pajak kendaraan air.

Kunjungan kerja tersebut mendapat dukungan Program Sinergi Kolaborasi dan Akselerasi (SKALA) Australia–Indonesia Partnership for Accelerating Service Delivery, yang turut mendampingi Pemprov NTT dalam memperkuat kapasitas pengelolaan pendapatan daerah.

“Perjalanan ini dalam rangka studi bamding pajak kenderaan di atas air, yang biayai SKALA untuk layanan dasar. Organisasi yang melaksanakan program kemitraan antara pemerintah Australi dan Indonesia,” jelas mantan Kapolda NTT itu.

BACA JUGA:  Empat Hari Tak Terlihat, Petrus Ditemukan Meninggal di Hutan Takari
Wakil Gubernur NTT, Dr Johni Asadoma disambut Gubernur Kaltara, Dr Zainal Arifin Paliwang di Bandara Juwata, Tarakan, Rabu (21/10).

Sebagai provinsi kepulauan, kata Johni, NTT memiliki wilayah perairan yang luas dan aktivitas transportasi laut yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Kondisi ini menjadi salah satu alasan pentingnya mengkaji peluang optimalisasi penerimaan daerah dari sektor kendaraan air.

Melalui studi tiru ini, Pemprov NTT diharapkan memperoleh referensi mengenai sistem pemungutan, tata kelola, serta strategi pengelolaan potensi pajak kendaraan air yang dapat diadaptasi sesuai kondisi daerah.

BACA JUGA:  Gempa Sumba Rusak Ratusan Rumah, Johni: Jangan Bangun Rumah Asal Jadi

“Optimalisasi PAD menjadi salah satu aspek penting dalam memperkuat kemampuan pemerintah daerah membiayai pembangunan. Semakin baik pengelolaan sumber pendapatan, semakin besar pula ruang fiskal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program pembangunan dan pelayanan publik,” ungkapnya.

Pos Terkait

Read Also

Gempa Sumba Rusak Ratusan Rumah, Johni: Jangan Bangun Rumah Asal Jadi

SBD – Gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang...

Diklat 157 Calon Kepsek, Wagub Johni Minta Wujudkan Perubahan Nyata di Sekolah

KUPANG – Pendidikan dan pelatihan bagi calon kepala...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *