Skrol untuk membaca pos
Iklan Digital VokalNTT.com Berdaya Jangkau luas
Example floating
Example floating
file_00000000917882119a39d6175e4b5488

Gempa Sumba Rusak Ratusan Rumah, Johni: Jangan Bangun Rumah Asal Jadi

AvatarRedaksi
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma dan Bupati SBD, Ratu Wulla serahkan bantuan kepada warga saat mengunjungi korban gempa Sumba, Kamis (15/10).
A-AA+A++

SBD – Gempa bumi bermagnitudo 6,1 yang mengguncang Pulau Sumba pada 4 Oktober 2026 menjadi peringatan serius tentang pentingnya membangun rumah dengan konstruksi yang memenuhi standar keselamatan. Ratusan rumah warga mengalami kerusakan, bahkan sebagian di antaranya tidak lagi layak dihuni.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mengingatkan masyarakat agar tidak membangun rumah asal jadi tanpa memperhatikan kualitas bahan dan kekuatan konstruksi bangunan.

file_00000000a3688207881924e536183191

Peringatan itu disampaikan Johni saat mengunjungi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Sumba Barat Daya, Kamis (15/10).

BACA JUGA:  Empat Hari Tak Terlihat, Petrus Ditemukan Meninggal di Hutan Takari

Dalam kunjungan tersebut, Johni didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Mahadin Sibarani, serta Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wulla.

Menurut Johni, pengalaman menghadapi gempa bumi di Flores dan Sumba harus menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih serius memperhatikan aspek keselamatan dalam membangun rumah.

“Rumah-rumah harus dibangun dengan konstruksi yang baik. Terutama pilar-pilarnya, kolom-kolomnya, besi dan segala macam harus dibuat. Jangan asal jadi,” tegas mantan Kapolda NTT tersebut.

Ia menjelaskan, kualitas bahan bangunan dan ketepatan konstruksi merupakan faktor penting untuk mengurangi risiko kerusakan bangunan serta jatuhnya korban ketika gempa terjadi.

BACA JUGA:  Ingin Hasilkan Advokat Berintegritas, DPD KAI NTT Uji 8 Calon Advokat

Menurutnya, bencana alam memang tidak dapat dikendalikan manusia. Namun, berbagai langkah mitigasi dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan, terutama korban jiwa dan luka-luka.

Karena itu, Johni meminta masyarakat tidak menganggap remeh ancaman gempa bumi. Kesadaran membangun rumah yang aman harus berjalan seiring dengan pemahaman mengenai langkah penyelamatan diri ketika bencana terjadi.

Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma melihat langsung kerusakan rumah warga akibat gempa Sumba, Kamis (15/10).

“Manusia hanya bisa berusaha untuk mencegah tidak terjadi korban jiwa ataupun luka ataupun kerusakan,” ujarnya.

Selain menyoroti konstruksi bangunan, Johni mengingatkan warga agar tidak panik ketika merasakan guncangan gempa. Masyarakat diminta segera keluar dari rumah dengan tenang dan menuju tempat terbuka yang jauh dari bangunan atau benda-benda yang berpotensi membahayakan.

Pos Terkait

Read Also

Diklat 157 Calon Kepsek, Wagub Johni Minta Wujudkan Perubahan Nyata di Sekolah

KUPANG – Pendidikan dan pelatihan bagi calon kepala...

Wagub Johni Tantang Gereja Lawan Kemiskinan dan Stunting

KUPANG – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT),...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *