Ia mengungkapkan, sejumlah rumah yang sebelumnya menjadi tempat tinggal nyaman bagi warga kini mengalami kerusakan, mulai dari dinding retak hingga bangunan yang rusak berat sehingga tidak dapat dihuni kembali.
Menurut Elisabeth, kerusakan tersebut menjadi beban tersendiri bagi masyarakat karena rumah yang dibangun melalui kerja keras selama bertahun-tahun kini terdampak gempa.
Ia berharap penanganan pascabencana dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan secara aman.
Sementara itu, berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi NTT yang diperbarui pada 14 Oktober 2026 pukul 18.00 WITA, gempa tersebut berdampak pada 496 kepala keluarga (KK) dengan jumlah rumah terdampak sebanyak 496 unit.
Dari jumlah tersebut, tujuh rumah mengalami rusak berat, 34 rumah rusak sedang, dan 455 rumah rusak ringan.
Dampak gempa juga menyentuh berbagai fasilitas umum. Tercatat 12 fasilitas kesehatan, 24 rumah ibadah, 43 fasilitas pendidikan, dan 21 kantor turut terdampak.
Secara keseluruhan, gempa tersebut berdampak pada empat kabupaten di Pulau Sumba, yakni Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur, dengan total 19 kecamatan terdampak.
Dalam kunjungan tersebut, Wagub Johni turut menyalurkan bantuan berupa 58 karung beras berukuran lima kilogram dan 10 tenda.
Secara keseluruhan, bantuan Pemerintah Provinsi NTT yang disalurkan untuk penanganan dampak gempa di Pulau Sumba tercatat sebanyak 3,8 ton beras, 50 tandon, dan 100 tenda. (*)











Tidak ada Respon