Skrol untuk membaca pos
Iklan Digital VokalNTT.com Berdaya Jangkau luas
Example floating
Example floating
file_00000000917882119a39d6175e4b5488

Perdana di NTT, SPKLU Ultra Fast Diresmikan Wagub Johni Asadoma

AvatarRedaksi
Wagub NTT, Johni Asadoma meresmikan SPKLU yang berlokasi di halaman Kantor PT PLN (Persero) UIW NTT, Selasa (27/10).
A-AA+A++

KUPANG – Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memasuki babak baru pengembangan infrastruktur kendaraan listrik. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging pertama yang berlokasi di halaman Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Selasa (27/10).

Kehadiran fasilitas berdaya 120 kilowatt (kW) ini menjadi langkah awal penguatan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di NTT. Namun, pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi pengisian berkecepatan tinggi. Perluasan jaringan, kemudahan akses, dan keandalan layanan juga menjadi faktor penting untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil.

file_00000000a3688207881924e536183191

Peresmian SPKLU tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Johni Asadoma bersama General Manager PLN UIW NTT, Eko Sulistyono.

BACA JUGA:  Pembentukan Kodam Sobe Sonbai Diapresiasi Gavriel Novanto

Usai peresmian, Johni bersama Eko menjajal mobil listrik BYD Seal. Kegiatan dilanjutkan dengan mini touring menggunakan sejumlah kendaraan listrik, termasuk merek Chery, dari halaman Kantor PLN UIW NTT menuju Kantor Gubernur NTT.

Johni Asadoma mengatakan, kehadiran SPKLU Ultra Fast Charging pertama di NTT merupakan langkah maju dalam meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan sekaligus memperluas pilihan transportasi modern yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Wagub NTT, Johni Asadoma mengisi daya listrik di SPKLU yang berlokasi di halaman Kantor PT PLN (Persero) UIW NTT, Selasa (27/10).

Ia mengapresiasi komitmen PLN dalam mendukung transformasi energi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di daerah tersebut.

BACA JUGA:  Empat Hari Tak Terlihat, Petrus Ditemukan Meninggal di Hutan Takari

Menurut Johni, tantangan pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Karena itu, transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih membutuhkan kolaborasi pemerintah, PLN, dunia usaha, dan masyarakat.

Johni menegaskan, pengembangan kendaraan listrik harus disertai ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang memadai, mudah diakses, aman, dan andal. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap teknologi kendaraan listrik.

Pos Terkait

Read Also

Bidik Potensi Laut, Wagub Belajar Pajak Kendaraan Air ke Kaltara

KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)...

Antre BBM Berujung Petaka, Enam Motor Warga Lembata Dibakar OTK

LEMBATA – Nasib apes menimpa enam warga di...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *