“Dalam konteks tersebut, kehadiran SPKLU Ultra Fast Charging pertama di NTT menjadi sangat penting. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik, memberikan kemudahan bagi para pengguna, serta mendorong tumbuhnya ekosistem kendaraan listrik di Provinsi NTT,” katanya.

Ia berharap pembangunan SPKLU tidak berhenti pada penambahan satu fasilitas, tetapi menjadi titik awal perluasan jaringan pengisian daya di berbagai wilayah NTT sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan penggunaan kendaraan listrik.
Johni menyebut pengembangan infrastruktur kelistrikan modern itu juga sejalan dengan program Dasa Cita Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Dasa Cita ketujuh, yakni “Jalan, Listrik, Rumah Layak Huni: Mewujudkan NTT yang Sejahtera”.
Menurut dia, akses energi dan peningkatan kualitas layanan kelistrikan merupakan bagian penting dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat, memperkuat konektivitas, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.
Ia juga menyambut baik kegiatan mini touring kendaraan listrik sebagai sarana edukasi agar masyarakat dapat mengenal lebih dekat teknologi tersebut, termasuk manfaat, kemudahan penggunaan, dan aspek keselamatannya.
Sementara itu, General Manager PLN UIW NTT, Eko Sulistyono, mengatakan SPKLU Ultra Fast Charging tersebut bukan sekadar penambahan fasilitas, melainkan bagian dari upaya membangun ekosistem kendaraan listrik di NTT.
“Peresmian ini bukan sekadar penambahan fasilitas. Ini adalah langkah nyata PLN dalam membangun ekosistem kendaraan listrik di NTT. Kita ingin menghadirkan pelayanan yang lebih baik, lebih cepat, dan mendorong transformasi energi yang lebih bersih,” ujar Eko.

Ia menjelaskan, SPKLU tersebut memiliki kapasitas daya 120 kW yang memungkinkan pengisian berlangsung lebih cepat dibandingkan fasilitas berdaya lebih rendah. Meski demikian, waktu pengisian aktual bergantung pada kapasitas baterai dan kemampuan pengisian masing-masing kendaraan.
PLN berharap kehadiran fasilitas ini meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan masyarakat, pelaku usaha, serta sektor pariwisata dalam memanfaatkan kendaraan listrik.












Tidak ada Respon