Skrol untuk membaca pos
Iklan Digital VokalNTT.com Berdaya Jangkau luas
Example floating
Example floating
file_00000000917882119a39d6175e4b5488

Wagub Johni Tantang Gereja Lawan Kemiskinan dan Stunting

AvatarRedaksi
Wagub NTT Johni Asadoma dan Ketua Sinode GMIT Samuel Pandie menggunting pita tanda peresmian gedung GMIT Golgota Alak, Minggu (11/10).
A-AA+A++

KUPANG – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menantang gereja untuk mengambil peran lebih besar dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat. Gereja tidak boleh hanya berfokus pada pelayanan di dalam rumah ibadah, tetapi harus ikut berjuang mengatasi kemiskinan, menangani stunting, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pesan tegas itu disampaikan Johni saat meresmikan Gedung Gereja GMIT Golgota Alak, Kota Kupang, Minggu (11/10). 

file_00000000a3688207881924e536183191

Mantan Kapolda NTT itu mengatakan keberadaan gedung gereja yang megah harus diikuti dengan kemajuan iman, kesejahteraan jemaat, dan perubahan nyata bagi masyarakat di sekitarnya. Sebab, pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari berdirinya bangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana kehidupan masyarakat mengalami kemajuan.

BACA JUGA:  Patung Kristus Memberkati Mulai Dibangun, Melki Laka Lena: Ini Pembangunan Kelas Dunia

“Gereja harus menjadi mitra strategis pemerintah. Salah satunya adalah membantu pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia kita. Tanpa sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, kita tidak akan maju,” tegas Johni.

Ia mengingatkan, gereja perlu melihat kondisi sosial jemaat dan lingkungan sekitarnya. Pertanyaan mendasar yang harus menjadi perhatian bersama, kata dia, adalah apakah jemaat dan masyarakat sudah semakin maju dan sejahtera.

Wagub NTT, Johni Asadoma menandatangani prasasti peresmian gedung GMIT Golgota Alak, Minggu (11/10).

Karena itu, Johni berharap gedung gereja tidak hanya ramai digunakan saat ibadah setiap Minggu. Rumah ibadah tersebut harus menjadi pusat pembinaan iman sekaligus ruang untuk mengembangkan kapasitas jemaat dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:  Yosef Lede: Gereja Harus Jadi Saluran Berkat bagi Masyarakat

“Rumah Tuhan yang bagus ini tidak hanya digunakan pada hari Minggu saja. Setiap hari, rumah Tuhan ini harus menyuarakan iman Kristen. Gereja ini harus diisi dengan berbagai kegiatan yang bertujuan menumbuhkembangkan iman jemaat, meningkatkan sumber daya manusia, serta meningkatkan kesejahteraan jemaat maupun masyarakat lainnya,” ujarnya.

Johni juga mengajak gereja memperluas jangkauan pelayanan hingga menyentuh persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Menurut dia, pelayanan gereja tidak boleh berhenti pada aktivitas di dalam gedung atau mimbar, tetapi harus hadir di tengah kehidupan sosial.

Pos Terkait

Read Also

Yosef Lede: Gereja Harus Jadi Saluran Berkat bagi Masyarakat

KUPANG – Bupati Kupang, Yosef Lede, mengingatkan gereja...

Gereja Tak Hanya Bernyanyi, Tapi Hadir Pulihkan Masyarakat

KUPANG – Gereja tidak cukup hanya menyuarakan kasih...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *