KUPANG – Hubungan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Timor-Leste tidak boleh sebatas kedekatan geografis dan sejarah. Kedua wilayah yang berada dalam satu Pulau Timor itu didorong membangun kolaborasi ekonomi konkret guna membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat di kedua negara.
Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembicaraan Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Bungtilu Laiskodat, bersama Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, dalam jamuan makan malam di Wisma Alak, Kota Kupang, Jumat (6/11).
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membicarakan peluang pengembangan kerja sama lintas batas, terutama di sektor pendidikan, peternakan, pertanian, dan teknologi.
Anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) NTT II itu menilai, kemajuan NTT dan Timor-Leste memiliki keterkaitan erat. Sebab, kedua wilayah memiliki kedekatan geografis, sejarah, dan budaya sebagai sesama penghuni Pulau Timor.
Menurut dia, batas negara tidak seharusnya menjadi penghalang bagi kedua wilayah untuk membangun konektivitas dan memperluas peluang ekonomi. Sebaliknya, posisi geografis dalam satu pulau harus menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan bersama.
“Ini sebuah kehormatan bagi saya dapat bertemu Perdana Menteri Xanana Gusmão. Beliau adalah sosok pemimpin yang kuat, berwibawa, dicintai oleh masyarakat Timor-Leste dan memiliki visi besar bagi negaranya. Saya memandang beliau sebagai seorang kakak sekaligus mitra strategis dalam membangun masa depan Pulau Timor,” ujar Viktor.
Ia menegaskan, kemajuan Pulau Timor sangat bergantung pada kemampuan NTT dan Timor-Leste untuk tumbuh bersama melalui kerja sama yang saling menguntungkan.
“Kemajuan Pulau Timor sangat bergantung pada kemajuan Timor-Leste dan NTT. Kita berada di satu pulau, memiliki kedekatan sejarah dan budaya. Karena itu, sudah saatnya kita membangun kerja sama yang lebih konkret agar masyarakat di kedua wilayah dapat merasakan manfaatnya,” katanya.
Viktor menyebut, kolaborasi di bidang pendidikan, peternakan, pertanian, dan teknologi memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kerja sama tersebut tidak hanya membuka peluang pengembangan ekonomi lokal, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta memperkuat kesejahteraan masyarakat, khususnya di kawasan perbatasan.











Tidak ada Respon