MINAHASA – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mulai mempelajari teknologi pengolahan energi panas bumi sebagai salah satu referensi pengembangan energi terbarukan di NTT, khususnya di Pulau Flores yang memiliki potensi panas bumi sangat besar.
Langkah tersebut dilakukan melalui kunjungan langsung ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6 di Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Selasa (3/11).
Dalam kunjungan itu, Johni bersama rombongan menyaksikan secara langsung proses pengolahan energi panas bumi menjadi energi listrik. Mereka juga meninjau sejumlah fasilitas utama pembangkit, mulai dari saluran uap, separator, turbin, generator hingga sistem penyaluran listrik.
Mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa wearpack, helm keselamatan dan sepatu khusus, Johni berkeliling area pembangkit untuk melihat bagaimana teknologi panas bumi dioperasikan hingga menghasilkan listrik yang disalurkan kepada masyarakat melalui jaringan PLN.
Johni mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan memperoleh gambaran langsung mengenai operasional PLTP sekaligus memahami dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan dari pengembangan energi panas bumi.
“Kami datang untuk melihat langsung pengoperasian PLTP Lahendong dan dampak yang ditimbulkan, baik positif maupun negatif,” kata mantan Kapolda NTT itu.
Menurut dia, pengalaman yang diperoleh dari PLTP Lahendong diharapkan menjadi pembelajaran berharga bagi masyarakat dan pemerintah daerah dalam memahami pengembangan energi panas bumi.
“Saya berharap ini menjadi pembelajaran yang baik bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur yang mempunyai potensi pembangkit listrik tenaga panas bumi yang sangat luar biasa,” ujarnya.
Salah satu hal yang turut menjadi perhatian Johni selama berada di lokasi pembangkit adalah kepulan uap putih yang keluar dari salah satu saluran pelepasan uap.
Pihak Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong menjelaskan bahwa kepulan putih tersebut merupakan uap air, bukan asap hasil pembakaran. Penjelasan itu diperkuat dengan pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas yang diperlihatkan kepada Johni dan rombongan. Hasil pemeriksaan menunjukkan angka nol.












Tidak ada Respon