Skrol untuk membaca pos
Iklan Digital VokalNTT.com Berdaya Jangkau luas
Example floating
Example floating
file_00000000917882119a39d6175e4b5488

Diklat 157 Calon Kepsek, Wagub Johni Minta Wujudkan Perubahan Nyata di Sekolah

AvatarRedaksi
A-AA+A++

KUPANG – Pendidikan dan pelatihan bagi calon kepala sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak boleh berhenti pada penambahan pengetahuan dan pemahaman teori. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, meminta seluruh peserta mampu menerjemahkan hasil diklat menjadi perubahan nyata dalam tata kelola sekolah dan kualitas pembelajaran.

Pesan tersebut disampaikan Johni saat menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahap I Tahun 2026 yang berlangsung pada 3–12 Oktober 2026.

file_00000000a3688207881924e536183191

Dari 159 peserta yang diundang, sebanyak 157 orang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Para peserta telah mendapatkan pembekalan kompetensi manajerial, kepribadian, sosial, supervisi akademik, pengalaman praktik melalui kunjungan ke sekolah mentor, hingga penyusunan proyek kepemimpinan transformatif.

BACA JUGA:  Gereja Tak Hanya Urus Rohani, Pendidikan dan Air Bersih Jadi Perhatian

Bagi Johni, seluruh materi tersebut harus menjadi bekal untuk membangun sekolah yang lebih baik. Calon kepala sekolah tidak cukup memahami teori kepemimpinan, tetapi harus mampu menunjukkan hasil melalui cara memimpin, menggerakkan guru, dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan peserta didik.

Ia menegaskan, kepala sekolah merupakan ujung tombak transformasi pendidikan. Posisi tersebut menuntut kemampuan untuk membangun budaya sekolah yang positif, mendorong inovasi, mendengarkan masukan, serta menjalin komunikasi yang efektif dengan seluruh warga sekolah.

“Jadilah pemimpin yang adaptif, inovatif dan melayani. Gerakkan guru dan siswa untuk tumbuh bersama. Tinggalkan perubahan yang baik dan kesan yang berarti selama Saudara dipercaya memimpin,” tegas Johni.

BACA JUGA:  Wagub Johni Tantang Gereja Lawan Kemiskinan dan Stunting

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu investasi terpenting bagi masa depan NTT. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia membutuhkan kepemimpinan sekolah yang kuat, berintegritas, dan memiliki komitmen terhadap pelayanan.

Johni mengingatkan bahwa kepala sekolah tidak boleh hanya menjalankan fungsi administratif. Mereka harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, berani mengambil risiko, dan menghadirkan inovasi tanpa kehilangan visi serta prinsip kepemimpinan.

Pos Terkait

Read Also

Wagub Johni Tantang Gereja Lawan Kemiskinan dan Stunting

KUPANG – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT),...

Gereja Tak Hanya Bernyanyi, Tapi Hadir Pulihkan Masyarakat

KUPANG – Gereja tidak cukup hanya menyuarakan kasih...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *