Dari 159 peserta yang diundang, sebanyak 157 orang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Para peserta telah mendapatkan pembekalan kompetensi manajerial, kepribadian, sosial, supervisi akademik, pengalaman praktik melalui kunjungan ke sekolah mentor, hingga penyusunan proyek kepemimpinan transformatif.
Bagi Johni, seluruh materi tersebut harus menjadi bekal untuk membangun sekolah yang lebih baik. Calon kepala sekolah tidak cukup memahami teori kepemimpinan, tetapi harus mampu menunjukkan hasil melalui cara memimpin, menggerakkan guru, dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan peserta didik.
Ia menegaskan, kepala sekolah merupakan ujung tombak transformasi pendidikan. Posisi tersebut menuntut kemampuan untuk membangun budaya sekolah yang positif, mendorong inovasi, mendengarkan masukan, serta menjalin komunikasi yang efektif dengan seluruh warga sekolah.
“Jadilah pemimpin yang adaptif, inovatif dan melayani. Gerakkan guru dan siswa untuk tumbuh bersama. Tinggalkan perubahan yang baik dan kesan yang berarti selama Saudara dipercaya memimpin,” tegas Johni.
Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu investasi terpenting bagi masa depan NTT. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia membutuhkan kepemimpinan sekolah yang kuat, berintegritas, dan memiliki komitmen terhadap pelayanan.
Johni mengingatkan bahwa kepala sekolah tidak boleh hanya menjalankan fungsi administratif. Mereka harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, berani mengambil risiko, dan menghadirkan inovasi tanpa kehilangan visi serta prinsip kepemimpinan.
Ia juga mendorong penerapan servant leadership atau kepemimpinan yang melayani. Dengan pendekatan ini, jabatan kepala sekolah tidak dipandang sebagai simbol status, melainkan tanggung jawab untuk membantu guru dan peserta didik berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Orientasi seorang pemimpin harus melayani dan memberi. Kalau orientasinya melayani, pekerjaan akan menjadi sesuatu yang menyenangkan karena kita hadir untuk memberikan manfaat bagi orang lain,” ungkapnya.









Tidak ada Respon