Namun, upaya tersebut membutuhkan pemetaan potensi yang akurat, kejelasan mekanisme pemungutan, serta koordinasi antarlembaga agar kebijakan yang diterapkan dapat berjalan efektif.
Karena itu, hasil kunjungan ke Kaltara nantinya diharapkan tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi dapat ditindaklanjuti dengan langkah konkret untuk mengidentifikasi potensi penerimaan dan menyusun strategi pengelolaan pajak kendaraan air di NTT.
“Peningkatan PAD masih bergantung pada hasil pemetaan potensi, penerapan kebijakan, serta efektivitas pelaksanaan pemungutan di lapangan,” imbuhnya.
Untuk diketahui, selain membahas optimalisasi pendapatan daerah, kunjungan kerja itu juga dijadwalkan mencakup pertemuan dengan Paguyuban Flobamora di Kalimantan Utara. (*)













Tidak ada Respon