LEMBATA – Nasib apes menimpa enam warga di sekitar SPBU Balauring, Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sepeda motor yang ditinggalkan pemiliknya untuk mengantre bahan bakar minyak (BBM) justru ditemukan hangus terbakar.
Enam kendaraan itu diduga sengaja dibakar orang tak dikenal (OTK) pada Minggu (18/10) malam, ketika situasi di sekitar SPBU sudah sepi. Hingga Senin (19/10), identitas pelaku dan motif di balik aksi tersebut masih menjadi misteri.
Peristiwa ini terungkap setelah para pemilik kendaraan mendapat informasi dari warga mengenai kebakaran sejumlah sepeda motor di depan SPBU Balauring. Saat mendatangi lokasi, mereka mendapati kendaraan masing-masing telah hangus dan tidak lagi berada di posisi semula.
Kapolres Lembata, AKBP Henman Limbong, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi, Senin malam.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lembata, Iptu Tony Abraham, mengatakan polisi telah menerima laporan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami masih dalami karena kejadiannya dari Minggu (18/10) malam dan kami sudah ke lokasi kejadian melakukan olah TKP. Korban sudah melaporkan kejadian ini ke SPKT Polres Lembata,” ujar Iptu Tony.
Polisi kini meminta keterangan sejumlah saksi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta keluarga korban untuk mengungkap pelaku sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Enam sepeda motor yang terbakar tersebut terdiri atas satu Yamaha Vixion milik Musba Abdulah Paokuma (53), seorang nelayan asal Desa Roma, Kecamatan Omesuri; satu Suzuki Thunder dan satu Honda MegaPro berwarna hitam milik Abdullah Syamsul (44), warga Desa Benihading Dua, Kecamatan Buyasuri; satu Honda Win berwarna hitam milik Ali Akbar Apenobe (42), warga Desa Leuwayan, Kecamatan Omesuri; serta dua Yamaha Jupiter Z milik Zainudin Misbah (34), warga Desa Wailolong, Kecamatan Omesuri, dan Pati, warga Atulaleng, Kecamatan Buyasuri.
Salah satu korban, Ali Akbar Apenobe, mengaku memarkir Honda Win miliknya di depan SPBU Balauring sejak Rabu (14/10) untuk mengantre BBM jenis Pertamax.












Tidak ada Respon