Skrol untuk membaca pos
Iklan Digital VokalNTT.com Berdaya Jangkau luas
Example floating
Example floating
file_00000000917882119a39d6175e4b5488

Frans Seda, Jejak Pengabdian Lintas Presiden Berbuah Gelar Pahlawan

AvatarRedaksi
Gubernur NTT Melki Laka Lena.
A-AA+A++

Ia juga pernah memimpin Asosiasi Pertekstilan Indonesia dan terlibat dalam berbagai organisasi yang mendorong pengembangan hubungan ekonomi serta perdagangan Indonesia dengan negara lain, termasuk Belanda dan Australia.

Di bidang pendidikan dan sosial, Frans Seda dikenal sebagai pendiri sekaligus Ketua Umum Yayasan Atma Jaya Jakarta selama 36 tahun. Sejak 1996, ia menjabat Ketua Kehormatan Yayasan Atma Jaya dan kemudian dipercaya sebagai Ketua Dewan Pembina pada 2007.

file_00000000a3688207881924e536183191

Pengabdiannya di berbagai bidang tersebut membuat Frans Seda menerima sejumlah penghargaan, baik dari dalam maupun luar negeri. Di antaranya Bintang Mahaputera Republik Indonesia pada 10 Maret 1973, Grand Cross of St. Sylvester dari Paus Yohanes Paulus II pada 1984, serta Grand Cross de L’Ordre de Leopold II dari Belgia pada 4 Juni 1970.

BACA JUGA:  Perdana di NTT, SPKLU Ultra Fast Diresmikan Wagub Johni Asadoma

Ia juga menerima penghargaan Honorary Member of the Order of Australia dari Pemerintah Australia pada Agustus 1999 atas jasanya dalam mengembangkan hubungan perdagangan antara Australia dan Indonesia.

Bagi Melki, penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional kepada Frans Seda bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat NTT, tetapi juga menghadirkan tanggung jawab untuk meneruskan nilai-nilai pengabdian yang telah diwariskan tokoh tersebut.

Dengan penganugerahan ini, NTT akan memiliki tambahan satu tokoh yang diakui negara sebagai Pahlawan Nasional. Sebelumnya, tiga putra terbaik NTT telah memperoleh gelar serupa, yakni I.H. Doko, W.Z. Johannes, dan Herman Johannes.

BACA JUGA:  Bidik Potensi Laut, Wagub Belajar Pajak Kendaraan Air ke Kaltara

Melki menyebut Frans Seda akan menjadi inspirasi dan teladan bagi para pemimpin, generasi muda, serta masyarakat luas, khususnya di NTT.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Frans Seda, masyarakat Kabupaten Sikka dan NTT, Pemerintah Kabupaten Sikka, jajaran Pemerintah Provinsi NTT, Kementerian Sosial, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pengusulan hingga penganugerahan gelar tersebut.

Melki berharap pengakuan negara terhadap Frans Seda tidak berhenti sebagai kebanggaan sejarah, tetapi menjadi dorongan bagi masyarakat NTT untuk melahirkan generasi yang memiliki semangat juang, integritas, dan pengabdian nyata bagi bangsa.

Pos Terkait

Read Also

Kejati-Pegadaian Perkuat Pengamanan Aset Perusahaan

KUPANG – Perlindungan aset dan penyelamatan keuangan perusahaan...

Bukan Sekadar Bela Diri, Kempo Siapkan Masa Depan Atlet

KUPANG – Kepengurusan baru Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia...

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *