KUPANG – Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai memasuki babak baru pengembangan infrastruktur kendaraan listrik. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging pertama yang berlokasi di halaman Kantor PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTT, Selasa (27/10).
Kehadiran fasilitas berdaya 120 kilowatt (kW) ini menjadi langkah awal penguatan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di NTT. Namun, pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi pengisian berkecepatan tinggi. Perluasan jaringan, kemudahan akses, dan keandalan layanan juga menjadi faktor penting untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil.
Peresmian SPKLU tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Johni Asadoma bersama General Manager PLN UIW NTT, Eko Sulistyono.
Usai peresmian, Johni bersama Eko menjajal mobil listrik BYD Seal. Kegiatan dilanjutkan dengan mini touring menggunakan sejumlah kendaraan listrik, termasuk merek Chery, dari halaman Kantor PLN UIW NTT menuju Kantor Gubernur NTT.
Johni Asadoma mengatakan, kehadiran SPKLU Ultra Fast Charging pertama di NTT merupakan langkah maju dalam meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan sekaligus memperluas pilihan transportasi modern yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Ia mengapresiasi komitmen PLN dalam mendukung transformasi energi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di daerah tersebut.
Menurut Johni, tantangan pembangunan tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Karena itu, transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih membutuhkan kolaborasi pemerintah, PLN, dunia usaha, dan masyarakat.
Johni menegaskan, pengembangan kendaraan listrik harus disertai ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang memadai, mudah diakses, aman, dan andal. Infrastruktur tersebut diperlukan untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap teknologi kendaraan listrik.












Tidak ada Respon